Senin, 04 Juni 2012

Graff Diamonds Batal Jual Saham

Perusahaan perhiasan ternama Graff Diamonds menunda penjualan saham senilai £646 juta di bursa saham Hongkong dengan alasan situasi pasar yang tidak mendukung.

Perusahaan itu sedang dalam proses bertemu dengan penanam modal dan dijadwalkan mengakhiri penjualan sahamnya akhir pekan ini. Seharusnya penjualan saham itu akan menjadi yang terbesar di Asia untuk tahun ini. Namun indeks saham utama di Hongkong, Hang Seng, berada dalam situasi sulit dan turun 11% selama satu bulan terakhir.

Anak Usaha Askes dan Jamsostek Terkatung-katung


JAKARTA, (PRLM).–Akibat belum jelasnya formula marger dan kepemilikan saham antara dua BUMN penyelenggara jaminan sosial, yakni PT Askes dan PT Jamsostek, membuat nasib anak perusahaan keduanya menjadi terkatung-katung.

PT Jamsostek bahkan menghentikan pembentukan anak usaha PT Jamsostek Investment Company, yang rencananya beroperasi tahun ini.

Jangan Main-main Dengan Klaim Asuransi TKI

JAKARTA, (PRLM).- Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat memperingatkan perusahaan asuransi agar jangan main-main dengan klaim asuransi TKI. Upaya untuk mempermudah klaim harus dilanjutkan.

"BNP2TKI akan memberikan pelayanan cuma-cuma untuk mendampingi klaim asuransi TKI," kata Jumhur saat penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pendampingan Klaim Asuransi TKI antara BNP2TKI dengan Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), di gedung Balai Pelayanan Kepulangan TKI (BPKTKI) Selapajang, Tangerang, Banten, Kamis (30/5).

Diterapkan, SMS Berbasis Biaya

JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menerapkan SMS berbasis biaya, yang sebelumnya menggunakan Sender Keep All (SKA). Penerapan ini akan dilakukan oleh para penyelenggara telekomunikasi yang menyediakan short message service.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto, besaran biaya terminasi Rp

BI Terbitkan Instrumen untuk Stabilisasi Rupiah


JAKARTA, (PRLM).- Bank Indonesia akan menerbitkan ‘term deposit’ sebagai sebuah instrumen moneter dalam bentuk valas untuk menarik kelebihan dana valas di perbankan sehingga bisa menstabilkan nilai tukar rupiah yang belakangan terus melemah.

"Dengan adanya ‘term deposit’ valas, maka diharapkan bank-bank akan menempatkannya di BI, sehingga dapat menambah pasokan valas yang ada di cadangan devisa Bank Indonesia. Ini tidak akan menjadi bagian cadangan devisa, tetapi bisa digunakan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Ini upaya BI untuk melengkapi kemampuan operasi moneternya dalam mengendalikan rupiah," kata Darmin di Jakarta, Kamis (31/5/12).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...